Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2021

Mengenal Suku Bali Dan Pemakaman Desa Trunyan Yang Penuh Misteri

Jakarta - Suku Bali adalah suku yang berasal dari Pulau Bali Suku ini tersebar di sejumlah wilayah di Pulau Dewata tersebut. Dilansir dari Perhiasan Tradisional Indonesia karya Husni dan Siregar, di masa lalu setiap daerah di Bali memiliki kerajan dengan budaya masing-masing. Oleh sebab itu, setiap daerah memiliki ciri khasnya tersendiri. Agama dan keyakinan suku Bali Suku Bali tak bisa dipisahkan dengan ajaran Agama Hindu. Mayoritas masyarakat suku Bali diketahui menganut agama Hindu. Dilansir dari Bali Aga dalam Perubahan Sosial Budaya karya I Ketut Tanu, masuknya Agama Hindu ke Bali tidak terjadi secara merata. Akibatnya muncul klasifikasi masyarakat berdasarkan kuat lemahnya pengaruh Hindu yang diterima. "Ada kelompok masyarakat yang menerima pengaruh Hindu sangat signifikan, sebagian lagi sangat sedikit mendapat pengaruh Hindu,"lanjut Tanu dalam jurnal tersebut. Kerajaan Majapahit juga berpengaruh besar dalam keberagaman di Bali Majaphit datang ke Bali denga...

Mengenal Sosok Mbah Sarijo Moeljoredjo, Seorang Saksi Hidup Imigran Terakhir di Suriname

Jakarta - Di Kota Mongo, Suriname, hidup seorang pria tua bernama Sarijo Moeljoredjo. Sehari-hari, dia biasa dipanggil Mbah Sarijo. Berdasarkan tulisan yang tertuang dalam situs Islandofimagination.id pada tahun 2016, saat itu Mbah Sarijo telah berusia 96 tahun. Di usianya yang senja, Mbah Sarijo masih tampak kuat bekerja di kebun pisang di belakang rumah. Namun yang lebih mengagumkan lagi, ingatannya masih kuat untuk bercerita tentang perjalanan hidupnya. Berdasarkan Arsip Nasional Belanda, Sarijo lahir di Desa Puluan, Distrik Pedes, Bantul, Yogyakarta. Pada 26 Juli 1931, dia ikut kedua orang tuanya berangkat ke Paramaribo, Suriname dari Pelabuhan Semarang. Saat itu usianya masih 10 tahun. Kini, dia menjadi orang tertua sekaligus menjadi saksi hidup terakhir di Kota Mongo, satu dari 32.962 orang Jawa yang pernah diangkut Belanda ke Suriname. "Aku lahir di Desa Puluan. Itu adalah negara Jawa. Tapi aku tak tahu pasti di mana itu,"kata Mbah Sarijo, mengutip d...

Sejarah 'Tugu Peringatan' di Hutan Tangale, Gorontalo

Gorontalo - Di Hutan Tangale, tepatnya di Desa Labanu, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo, Gorontalo, berdiri tugu yang diduga sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda. Menurut Arkeolog Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Gorontalo, Burhanis Ramina, tugu itu berbentuk column dan memiliki tulisan dalam bahasa Belanda "techniche leiders" dan "uitvoeroera". Selain itu ada tulisan nama, seperti G.R Boim, S. Moha, R. Monoarfa, H.P. Olii, Z. Wartabone, I. Van Gobel, A. Wartabone, K. Datau, N.Ali, dan B. Olii. Mereka dikenal sebagai pahlawan pada masa itu. Tugu tersebut, kata Burhanis, sebagai bukti kontrak perjanjian atau kerja sama antara Belanda dan masyarakat Gorontalo. "Dari jenis tulisan, dugaan saya prasasti itu sudah ada sejak kolonial Belanda masuk di wilayah Gorontalo. Nama-nama itulah yang ikut terlibat dalam pembuatan tugu tersebut," jelas Buhanis, Jumat (28/6). Fisik tugu, lanjut Burhanis, terbuat dari bahan beton dengan teknik c...