Pabrik Dua Kelinci di Pati Menjadi Kluster Baru, 652 Pegawai Positif Covid-19, Diduga Penularan dari Karyawan Asal Kudus Jawa Tengah
Pati - Sebuah pabrik di Kabupaten Pati menjadi klaster penyebaran infection corona. Setidaknya ada 652 karyawan PT. Dua Kelinci positif COVID-19. Dari jumlah itu, 25 karyawan di antaranya telah dinyatakan sembuh.
Bupati Pati Haryanto mengungkapkan klaster ini diketahui dari tes COVID-19 rutinan yang dilakukan pabrik kepada karyawan dari luar daerah. Pada akhir Mei lalu manajemen perusahaan menemukan satu karyawan dari luar daerah positif COVID-19. Karyawan itu berasal dari Kudus.
Lalu, dilakukan mapping. Pada awal Juni, karyawan yang positif COVID-19 terus meningkat hingga akhirnya pada tanggal 15 Juni lalu tercatat overall 652 kasus.
Satu karyawan itu diduga menularkan ratusan karyawan lainnya di pabrik itu. Sebanyak 538 karyawan positif COVID-19 dari Pati dan sisanya atau 114 dari Kudus.
Kebanyakan karyawan ini menjalani isolasi mandiri, baik dari Kudus maupun dari Pati. Hanya 22 karyawan menjalani isolasi di perusahaan dan dua karyawan asal Pati sedang dirawat di rumah sakit.
"Semula diketahui satu, dua (karyawan) dari Kudus yang positif. Lalu berkembang, dari Kudus ada 114 (karyawan) yang positif. Dari Pati 538," ujar Haryanto setelah meninjau PT. Dua Kelinci, Kamis (17/6).
Hal ini membuat pihaknya meminta perusahaan yang terletak di Jalan Pati-Kudus ini mensterilkan dan lebih mengatur jam kerja. Awalnya jam kerja dibagi 3 shift dengan masing-masing 35 persen karyawan per-shift, ia mengusulkan dibagi 4 change maksimal 30 persen karyawan per-shift.
"Shifnya juga diatur kalau kemarin 50 persen lalu menjadi 35 persen sekarang kota arahannya maksimal 30 persen," tutur Haryanto.
Haryanto menilai, penanganan COVID-19 di perusahaan tersebut sudah baik. Lantaran telah melakukan berbagai langkah dengan menyediakan tempat isolasi untuk 22 karyawan, melakukan sterilisasi dan melakukan swab secara berkala.
"Kalau ada swab dan reaktif antigen itu bukan menjadikan hal yang tabu tetapi justru langkah yang baik. Karena jumlah karyawannya baik setelah diketahui kan dilokalisir," kata dia.
Kasus aktif di Pati kini bertambah sebanyak 638 orang. Hingga kini amount to kasus aktifnya ada sebanyak 2.660 orang. Adapun jumlah yang meninggal secara keseluruhan sejak Maret 2020 mencapai 728 orang.
Bupati Pati Haryanto mengungkapkan klaster ini diketahui dari tes COVID-19 rutinan yang dilakukan pabrik kepada karyawan dari luar daerah. Pada akhir Mei lalu manajemen perusahaan menemukan satu karyawan dari luar daerah positif COVID-19. Karyawan itu berasal dari Kudus.
Lalu, dilakukan mapping. Pada awal Juni, karyawan yang positif COVID-19 terus meningkat hingga akhirnya pada tanggal 15 Juni lalu tercatat overall 652 kasus.
Satu karyawan itu diduga menularkan ratusan karyawan lainnya di pabrik itu. Sebanyak 538 karyawan positif COVID-19 dari Pati dan sisanya atau 114 dari Kudus.
Kebanyakan karyawan ini menjalani isolasi mandiri, baik dari Kudus maupun dari Pati. Hanya 22 karyawan menjalani isolasi di perusahaan dan dua karyawan asal Pati sedang dirawat di rumah sakit.
"Semula diketahui satu, dua (karyawan) dari Kudus yang positif. Lalu berkembang, dari Kudus ada 114 (karyawan) yang positif. Dari Pati 538," ujar Haryanto setelah meninjau PT. Dua Kelinci, Kamis (17/6).
Hal ini membuat pihaknya meminta perusahaan yang terletak di Jalan Pati-Kudus ini mensterilkan dan lebih mengatur jam kerja. Awalnya jam kerja dibagi 3 shift dengan masing-masing 35 persen karyawan per-shift, ia mengusulkan dibagi 4 change maksimal 30 persen karyawan per-shift.
"Shifnya juga diatur kalau kemarin 50 persen lalu menjadi 35 persen sekarang kota arahannya maksimal 30 persen," tutur Haryanto.
Haryanto menilai, penanganan COVID-19 di perusahaan tersebut sudah baik. Lantaran telah melakukan berbagai langkah dengan menyediakan tempat isolasi untuk 22 karyawan, melakukan sterilisasi dan melakukan swab secara berkala.
"Kalau ada swab dan reaktif antigen itu bukan menjadikan hal yang tabu tetapi justru langkah yang baik. Karena jumlah karyawannya baik setelah diketahui kan dilokalisir," kata dia.
Kasus aktif di Pati kini bertambah sebanyak 638 orang. Hingga kini amount to kasus aktifnya ada sebanyak 2.660 orang. Adapun jumlah yang meninggal secara keseluruhan sejak Maret 2020 mencapai 728 orang.
Komentar
Posting Komentar