Mengetahui Peristiwa 30 September 1999, Sebuah Insiden Kecelakaan Nuklir Tokaimura di Jepang
Jakarta - Pada 30 September 1999, tiga pekerja Jepang mengalami kecelakaan nuklir. Mereka mendapat radiasi dosis tinggi di pabrik kecil Jepang yang menyiapkan bahan bakar untuk reaktor eksperimental. Kecelakaan itu disebabkan penyatuan terlalu banyak uranium yang diperkaya ke tingkat yang relatif tinggi.
Dilansir situs World Nuclear, hal ini menyebabkan apa yang disebut dengan istilah "kritis", yakni reaksi berantai nuklir terbatas yang tidak terkendali, yang berlanjut selama 20 jam. Sebanyak 119 orang menerima dosis radiasi lebih dari 1 mSv dari kecelakaan itu, tetapi hanya dosis ketiga operator yang berada di atas batas.
Dua dari penerima dosis ini terbukti fatal. Menurut Badan Energi Atom Internasional, penyebab kecelakaan itu adalah "kesalahan manusia dan pelanggaran serius terhadap prinsip-prinsip keselamatan.
"Insinden
yang akhirnya dikenal sebagai Kecelakaan Tokaimura 1999 ini, terjadi di
pabrik persiapan bahan bakar kecil yang dioperasikan JCO (sebelumnya
Japan Nuclear Gas Conversion Co), anak perusahaan Sumitomo Steel Mining
Co.
Pabrik tersebut memasok berbagai reaktor penelitian dan eksperimen
khusus dan bukan bagian dari bahan bakar produksi listrik. Pabrik JCO
khusus di Tokai ditugaskan pada tahun 1988 dan memproses hingga 3 bunch
per tahun uranium yang diperkaya hingga 20 persen U-235.
Tingkat
pengayaan jauh lebih tinggi daripada reaktor daya biasa, dan menggunakan
proses basah. Perubahan prosedur kerja perusahaan tanpa izin dari pihak berwenang, memicu tragedi ini.
Saat titik kritis insiden, reaksi berantai fisi nuklir menjadi mandiri
dan mulai memancarkan radiasi gamma dan neutron yang intens, hingga
memicu alarm. Tidak ada ledakan, meskipun produk fisi secara bertahap
dilepaskan di dalam gedung.
Lima jam setelah kritis dimulai, evakuasi
sekitar 161 orang dari 39 kepala keluarga dalam radius 350 meter dari
gedung konversi dimulai. Mereka diizinkan pulang dua hari kemudian
setelah karung pasir dan pelindung lainnya memastikan tidak ada bahaya
dari radiasi gamma residual.
Dua belas jam setelah dimulainya insiden, penduduk dalam jarak 10
kilometres diminta untuk tetap berada di dalam rumah sebagai tindakan
pencegahan. Pembatasan ini dicabut pada sore berikutnya.
Komentar
Posting Komentar