Mengetahui Anis Gading, Burung Hitam Misterius Yang Beri Petunjuk Jalan Pendaki di Gunung Lawu
Jakarta - Bagi yang sudah pernah mendaki ke Gunung Lawu, Burung Anis Gading ini pasti tidak asing lagi. Burung hitam dengan paruh berwarna gading ini dipercaya sebagai burung yang memberi penunjuk jalan kepada pendaki.
Dilansir dari Instagram @Indoflashlight, Sabtu (27/11/2021), Kisah burung ini
sering dianggap sebagai sahabat setia dalam perjalanan dan penunjuk
jalan agar para pendaki tidak tersesat.
Mitosnya pun menyebar dari masyarakat lereng Lawu yang terletak di
perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur ke sejumlah pendaki. Ahli burung
dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengatakan, burung
tersebut memiliki nama latin Turdus poliocephalus.
"Jenis burung ini memiliki habitat di pegunungan, bahkan ada yang
tinggal di puncak. Perilaku burung ini memang mencari makan di daerah
vegetasi yang rimbun, di tanah, atau di wilayah terbuka seperti di jalur
pendakian,"tulis akun Instagram@indoflashlight.
Tentang perilaku Anis Gading yang mencari sisa makanan pendaki ternyata
banyak dibenarkan para pendaki. Jadi, kemungkinkan burung tersebut
mendekati pendaki karena terbiasa memeroleh makanan sisa dari pendaki,
terutama sisa makanan yang ada di jalur pendakian.
"Jadi, kemungkinkan
burung tersebut mendekati pendaki karena terbiasa memeroleh makanan sisa
dari pendaki, terutama sisa makanan yang ada di jalur pendakian.
Seperti sisa mi instan yang bisa saja dianggapnya cacing/ ulat,"tulis
@indoflashlight.
Hal tersebut juga menjelaskan mengapa anis gading selalu terbang kembali
ke jalur pendakian, apalagi kalau bukan mencari makanan. Namun, dalam
masyarakat justru muncul mitos, Anis Gading ingin membantu menunjukkan
jalan. Apa pun mitosnya semoga satwa ini tetap lestari.
Komentar
Posting Komentar