Mengetahui Noken, Sebuah Tas Unik Yang Menandakan Kedewasaan Seorang Wanita
Jakarta - Papua memiliki beragam budaya dan kerajinan tangan. Salah satu kriya khas Papua yang terkenal adalah noken. Noken adalah sejenis tas yang digunakan sebagai aksesoris. Hasil kerajinan tangan ini biasa digunakan oleh para perempuan Suku Dani sebagai aksesoris yang diselempangkan di kening dan belakang kepala.
Dilansir dari Perhiasan Tradisional
Indonesia karya Husni dan Siregar, noken Papua terbuat dari serat kayu
yang dianyam menyerupai kalung.
Noken berfungsi sebagai tempat menyimpan dan membawa bahan makanan, atau
sebagai gendongan bayi. "Berfungsi untuk menyimpan dan mengangkut bahan
makanan, gendongan bayi, juga diyakini sebagai kehidupan dan
kesuburan,"tulis Husni dan Siregar.
Jenis bahan baku noken Papua
Jenis bahan baku noken cukup beragam tergantung daerah tempat kerajinan tersebut dibuat. Bahan yang berbeda juga membuat bentuk dan warnanya beragam. "Tiap suku di Papua memiliki keunikan dalam pembuatan noken baik dari bahan baku, bentuk dan corak yang dimiliki,"tulis Ryan dalam buku berjudul Karakteristik Tumbuhan Bahan Baku dan Pewarna Alami Noken pada Masyarakat Suku Damal.
Lebih lanjut, Ryan mengungkapkan bahwa
perbedaan bahan tersebut menunjukkan ciri khas masing-masing daerah asal
noken. Perajin yang tinggal di sekitar Raja Ampat membuat noken dari
tumbuhan pesisir. Sedangkan di Wamena, perajin membuat noken berbahan
dasar serat kayu dan anggrek.
Perbedaan bahan baku juga membuat bentuk noken berbeda tiap daerah.
Noken dari wilayah pesisir berbentuk kotak dan memiliki tekstur yang
kaku. Warna noken di wilayah tersebut juga bervariasi. Perajin juga
membuat variasi bentuk tutup noken.
Sementara itu, noken yang berasal dari pegunungan memiliki bentuk seperti kantung dengan tekstur bahan yang lebih lentur seperti kain. "Bagi suku-suku di Papua, noken melambangkan kehidupan yang rapi, damai, dan subur, "tulis Ryan.
Lambang kedewasaan seorang perempuan
Noken melambangkan kedewasaan seorang perempuan Papua. Membuat noken merupakan keahlian yang wajib dimiliki oleh perempuan Papua. Seorang perempuan dikatakan dewasa jika sudah bisa membuat noken.
Membuat kerajinan ini menjadi salah satu syarat seorang perempuan bisa dinikahi. Dilansir dari Noken dan Perempuan Papua: Analisis Wacana Sex dan Ideologi karya Marit, tradisi noken merupakan bagian tak terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari rakyat Papua.
Menurut Marit, noken mengandung makna filosofis bagi masyarakat Papua. Noken diartikan sebagai simbol relasi, kekeluargaan, identitas, perlindungan, ekonomi, kehidupan, estetika dan spontanitas. Kerajinan khas Papua ini menjadi salah satu buah tangan yang digemari wisatawan.
Komentar
Posting Komentar